|
Nama Anda Alamat Pekerjaan กก Male / Female
Male
Teman Saudara Famili Majalah Searching Engine Browsing Anda boleh menulis pesan dan kesan anda di kotak di bawah ini
กก |
70 Persen Gedung Sekolah di DKI Rusak
JAKARTA--MI: Sekitar 70% gedung SD-SMP di DKI Jakarta rusak. Untuk memperbaikinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus meminta bantuan pemerintah pusat. Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta Sukesti Martono di Balai Kota, Kamis (21/8). Kita akui, memang lebih dari separuh sekolah di Jakarta memang rusak, karena itu kami akan mengajukan anggaran ke Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), kata mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Sukesti mengatakan, saat ini Dinas Dikdas DKI sedang mendata kebutuhan renovasi bangunan sekolah yang ada di seluruh Jakarta. Setelah kita tinjau, baru kita kelompokan apakah rusak berat, sedang, ringan dan total, jelasnya. Dia menambahkan, sudah ada 11 sekolah yang kini sudah disetujui untuk di rehab dan sudah masuk proses lelang. Karena keterbatasan dana, Sukesti menjelaskan, saat ini pihaknya memprioritaskan hanya sekolah-sekolah yang memang sudah fatal untuk dilakukan renovasi. Sebab, untuk merehab total satu sekolah, dibutuhkan dana antara Rp1 miliar sampai Rp1,5 miliar. Menurut Kepala Manajemen Aset dan Perlengkapan Dinas Dikdas DKI Rudi Siahaan, saat ini ada 147 sekolah baik SD maupun SMP harus direhab berat. Memang butuh dana yang cukup besar, katanya seraya menyarankan agar warga melaporkan kondisi sekolah yang rusak ke Dinas Dikdas DKI. Dia menambahkan, dari 2.500 gedung sekolah yang ada di Jakart, sekitar 1.500 gedung sekolah di antaranya rusak. Sementara itu, salah satu anggota Komisi E DPRD DKI Selamat Nurdin mengatakan Pemprov DKI selalu terlambat menangani permasalahan gedung sekolah. Itu kan PR lama, tapi mencuat kalau sudah ada yang roboh. Coba kalau tidak yang roboh, ya diam-diam lagi, kayak tidak ada apa-apa, kata Ketua Fraksi PKS itu.
Ia menambahkan, idealnya dalam setahun ada 200 sekolah yang
dianggarkan untuk diperbaiki. Tapi sekarang cuma 20 sampai 30 gedung per tahun.
Memang untuk memperbaiki semuanya akan memangkas anggaran yang cukup besar. Maka
itu perlu diplomasi Gubernur ke pemerintah pusat untuk minta bantuan anggaran
dari APBN. |